Dari Dunia Penerbangan ke Al Azhar Memorial Garden: Perjalanan Saya Menemukan Panggilan Hidup
Bagian 2: Ketika Perencanaan Menjadi Bentuk Kepedulian
Setiap fase kehidupan selalu membawa pelajaran baru.
Setelah hampir sembilan tahun berada di dunia penerbangan, saya memasuki dunia yang sama sekali berbeda. Tidak ada lagi jadwal penerbangan, pengumuman keselamatan, atau hiruk pikuk bandara.
Kini saya bekerja sebagai Relationship Manager di Trimegah Asset Management, sebuah profesi yang menuntut ketelitian, kemampuan membangun hubungan, dan kepercayaan yang tinggi.
Banyak orang menganggap dunia pelayanan dan dunia investasi adalah dua hal yang berbeda. Namun bagi saya, keduanya memiliki satu benang merah yang sama: kepercayaan.
Di dunia penerbangan, orang mempercayakan keselamatan perjalanannya.
Di dunia keuangan, orang mempercayakan masa depannya.
Kepercayaan bukan sesuatu yang bisa diminta. Kepercayaan dibangun melalui integritas, konsistensi, dan ketulusan dalam melayani.
Sebagai Relationship Manager, saya tidak hanya berbicara tentang angka atau produk investasi. Saya belajar mendengarkan. Saya belajar memahami tujuan hidup setiap orang.
Ada yang ingin mempersiapkan pendidikan anak, ada yang ingin memiliki rumah, ada yang ingin menikmati masa pensiun dengan tenang.
Di balik setiap keputusan finansial, saya melihat harapan. Dan saya semakin memahami bahwa pekerjaan terbaik adalah pekerjaan yang membantu orang lain mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
Pelajaran tentang Perencanaan
Bekerja di industri keuangan membuat saya menyadari bahwa banyak hal dalam hidup akan berjalan lebih ringan ketika dipersiapkan sejak awal.
Kita mempersiapkan pendidikan anak.
Kita mempersiapkan dana pensiun.
Kita mempersiapkan investasi.
Namun, ada satu hal yang sering kali dihindari untuk dibicarakan, padahal pasti akan dialami oleh setiap manusia.
Yaitu, kematian.
Bukan karena orang tidak peduli. Tetapi karena banyak yang merasa topik ini terlalu berat, terlalu sensitif, atau seolah tidak pantas dibahas.
Padahal dalam ajaran Islam, mengingat kematian bukan untuk membuat kita takut, melainkan agar kita menjalani hidup dengan lebih bijaksana dan penuh persiapan.
Saat itu saya belum mengetahui bahwa pemahaman tentang pentingnya perencanaan ini akan menjadi bekal terbesar dalam perjalanan saya berikutnya.
Belajar Tentang Amal yang Terus Mengalir
Perjalanan saya kemudian membawa saya menjadi Duta Wakaf Allianz Syariah selama kurang lebih lima tahun.
Inilah fase yang semakin memperdalam cara pandang saya tentang kehidupan.
Jika sebelumnya saya banyak belajar mengenai perencanaan finansial, di sini saya belajar tentang makna kebermanfaatan yang terus mengalir.
Saya mulai lebih sering berdiskusi tentang wakaf, sedekah jariyah, dan bagaimana setiap amal baik dapat menjadi investasi yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika seseorang telah meninggalkan dunia.
Saya bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda.
Ada yang ingin meninggalkan warisan terbaik bagi keluarganya.
Ada yang ingin hidupnya memberi manfaat lebih luas.
Ada pula yang mulai menyadari bahwa kekayaan sejati bukan hanya apa yang dimiliki, tetapi juga apa yang ditinggalkan dalam bentuk kebaikan.
Dari perjalanan itu, saya semakin yakin bahwa pekerjaan yang paling bermakna adalah pekerjaan yang menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Sebuah Pertemuan yang Mengubah Arah Hidup
Sering kali Allah mempertemukan kita dengan sesuatu yang tidak pernah kita rencanakan, tetapi justru itulah jalan terbaik.
Begitulah yang saya rasakan ketika mulai mengenal Al Azhar Memorial Garden.
Awalnya, saya memandangnya seperti kebanyakan orang. Saya mengira ini hanyalah tentang pemakaman.
Namun semakin saya belajar, semakin saya memahami bahwa yang dikerjakan di sini jauh lebih besar daripada itu.
Saya melihat keluarga-keluarga yang merasa lebih tenang karena telah memiliki perencanaan.
Saya melihat pentingnya edukasi agar masyarakat memahami bahwa mempersiapkan tempat pemakaman bukanlah bentuk pesimisme, melainkan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang kepada keluarga yang ditinggalkan.
Saya juga melihat bagaimana setiap proses dijalankan dengan menghormati syariat Islam dan menjaga martabat setiap muslim hingga akhir hayatnya.
Di titik itulah saya merasa, semua perjalanan yang pernah saya lalui seperti saling terhubung.
Pelayanan yang saya pelajari di dunia penerbangan.
Kepercayaan yang saya bangun di dunia investasi.
Nilai kebermanfaatan yang saya pelajari melalui wakaf.
Semuanya seolah menjadi bekal untuk langkah berikutnya.
Dan tanpa saya sadari, hati saya mulai menemukan sebuah panggilan yang selama ini saya cari.
Saya tidak lagi melihat pekerjaan ini hanya sebagai profesi.
Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk menemani keluarga dalam mengambil salah satu keputusan penting dalam hidup mereka.
Keputusan yang mungkin tidak nyaman untuk dibicarakan, tetapi akan menghadirkan ketenangan ketika saat itu benar-benar tiba. Di sanalah saya merasa, perjalanan ini bukan lagi tentang saya.
Perjalanan ini adalah tentang bagaimana pengalaman yang Allah titipkan selama bertahun-tahun dapat menjadi manfaat bagi lebih banyak orang.
Dan saya percaya, inilah awal dari babak baru kehidupan saya.
Tentang Penulis
Ira Novriana adalah Memorial Director Al Azhar Memorial Garden yang memiliki pengalaman di dunia penerbangan, industri keuangan, dan edukasi perencanaan syariah. Melalui tulisan dan pendampingan, Ira berbagi pengalaman untuk membantu keluarga Indonesia mempersiapkan masa depan dengan lebih tenang serta membangun tim Memorial Partner yang bertumbuh bersama dalam profesi yang penuh makna.